Perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet telah mengubah cara orang berbelanja. Tidak lagi terbatas pada toko fisik, kini transaksi bisa dilakukan hanya dengan beberapa ketukan di layar smartphone. Media sosial dan e-commerce menjadi dua saluran utama yang mendorong kebiasaan belanja digital ini. Namun, seberapa besar masing-masing generasi memanfaatkan kedua platform tersebut?
1. Gen X (kelahiran 1965–1980)
Meski tidak tumbuh di era digital, Gen X telah beradaptasi dengan teknologi. Mereka menggunakan media sosial untuk mencari informasi produk, membaca ulasan, dan membandingkan harga sebelum membeli.
- Persentase penggunaan untuk belanja online: sekitar 25%
- Karakteristik belanja: cenderung fokus pada kualitas, merek terpercaya, dan keamanan transaksi.
- Jenis produk favorit: peralatan rumah tangga, perlengkapan kesehatan, dan produk elektronik dengan spesifikasi jelas.
2. Gen Y / Millennials (kelahiran 1981–1996)
Generasi ini adalah penggerak utama e-commerce. Mereka nyaman berbelanja lewat media sosial dan marketplace karena fleksibilitas, kemudahan pembayaran, dan banyaknya pilihan.
- Persentase penggunaan untuk belanja online: sekitar 45%
- Karakteristik belanja: responsif terhadap promosi, tertarik pada review influencer, dan sering membandingkan penawaran antarplatform.
- Jenis produk favorit: fashion, gadget, perlengkapan rumah, produk perawatan diri, hingga makanan dan minuman kekinian.
3. Gen Z (kelahiran 1997–2012)
Gen Z adalah digital native yang sejak kecil sudah terbiasa berinteraksi dengan teknologi. Mereka tidak hanya melihat media sosial sebagai tempat hiburan, tetapi juga etalase virtual yang mempengaruhi keputusan belanja.
- Persentase penggunaan untuk belanja online: sekitar 30%
- Karakteristik belanja: mengutamakan tren, keunikan, dan interaksi langsung dengan brand. Konten kreatif di TikTok atau Instagram dapat langsung memicu pembelian impulsif.
- Jenis produk favorit: fashion streetwear, aksesoris unik, skincare, merchandise pop culture, dan gadget inovatif.
Analisis Data
Dari ketiga kelompok ini, Millennials (Gen Y) masih menjadi pasar terbesar untuk social commerce dan e-commerce. Mereka punya daya beli tinggi, kebiasaan belanja yang aktif, dan mengutamakan efisiensi. Gen Z mengikuti di posisi kedua dengan pola belanja yang cepat, berbasis tren, dan dipengaruhi konten visual. Gen X meski persentasenya lebih kecil, tetap menjadi pasar penting terutama untuk produk bernilai tinggi.
Kesimpulan
Memahami kebiasaan belanja tiap generasi akan membantu brand memprioritaskan strategi pemasaran. Gen Y memerlukan kampanye dengan penawaran menarik dan ulasan kredibel. Gen Z lebih cocok dijangkau dengan konten visual kreatif dan tren terkini. Gen X membutuhkan pendekatan yang menekankan kepercayaan dan keamanan.
Siap menjangkau audiens dari Gen X, Y, hingga Z melalui strategi media sosial dan e-commerce yang efektif?
Heroes Production dapat membantu menciptakan visual, narasi, dan kampanye yang tepat untuk target pasar Anda.