Di Indonesia, Generasi Millennial (25–43 tahun) dan Gen-Z (12–27 tahun) bukan hanya pengguna media digital terbesar, tapi juga pencipta tren dan keputusan pembelian. Strategi yang efektif harus didukung oleh data terbaru dan tools yang tepat.
1. 📹 Konsumsi Video Setiap Minggu Berdasarkan Generasi
Menurut GoodStats (2024), sebanyak 75 % Gen-Z lebih menyukai konten video dibanding live streaming. Riset Bisnis.com (2024) menunjukkan bahwa 94 % Gen-Z mengakses Instagram setiap hari, 91 % menonton YouTube, dan 81 % aktif di TikTok. Rata-rata mereka menghabiskan lebih dari 1 jam per sesi di TikTok (GoodStats, 2024). Bagi Millennial, KOL.id (2024) melaporkan bahwa 87 % menonton YouTube dengan durasi 1,5–2,5 jam per hari. Sedangkan dari generasi Gen-X, 73 % menggunakan YouTube, khususnya untuk konten informatif dan hobi (KOL.id, 2024).
2. 🎯 Preferensi Konten Favorit Per Platform
YouTube sangat digemari oleh Gen-Y dan Gen-Z. Konten seperti Food & Beverages, Product Tutorials & Placements, Fashion & Daily Lifestyle, Travel & Hidden Gems, ASMR & Podcast, serta Advertising Content termasuk favorit. Selain itu, format YouTube Shorts semakin populer karena sifatnya yang pendek dan engaging—terutama bagi Gen-Z (ArXiv, 2024; GoodStats, 2024).
Instagram menjadi platform utama kedua bagi kedua generasi tersebut. Mereka menikmati konten tentang makanan, tutorial produk, gaya hidup harian, tips travel, ASMR maupun podcast, serta iklan kreatif (Bisnis.com, 2024; GoodStats, 2024).
TikTok secara eksklusif menarik perhatian Gen-Z. Data dari DigitalSociety.id (2023) dan AMIC.Media (2022) menunjukkan lebih dari 40 % Gen-Z mengakses TikTok setiap hari, dan pengguna muda ini menghabiskan hingga 45 jam per bulan menonton video pendek. Genre seperti food review, tutorial, lifestyle advice, travel dan konten iklan ringan sangat berpotensi viral di TikTok.
3. 🛍️ Siapa yang Memimpin Pasar Social Media & E-Commerce?
MarketResearchIndonesia.com (2023) dan GWI.com (2023) melaporkan bahwa Gen-Z dan Millennial menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas social commerce di Indonesia. Gen-Z lebih memilih belanja via Instagram dan TikTok Shop, sedangkan Millennial biasanya menggunakan kombinasi social media dan mesin pencari sebelum membeli.
Strategi Digital Marketing dan Tools yang Tepat
A. Data Insight dan Segmentasi Audiens
Langkah pertama adalah riset mendalam. Gunakan DataReportal (2025), GWI (2023), dan Think with Google (2024) untuk membuat segmentasi usia dan minat audiens. Selanjutnya, manfaatkan Google Analytics untuk melihat pola konsumsi berdasarkan demografi dan geografi.
B. Produksi Konten yang Tepat Sasaran
Untuk Gen-Z, video pendek dengan durasi 15–60 detik sangat efektif. Tools seperti CapCut dan Premiere Rush memudahkan pembuatan video vertikal yang menarik perhatian. Bagi Millennial, video tutorial produk atau review berdurasi 2–5 menit lebih disukai karena relevansi informasinya.
Konten seperti live streaming, behind-the-scenes, atau interview ringan sangat digemari Gen-Z karena kesan autentik dan keterlibatan interaksi langsung.
C. Social Ads Tools
Platform seperti Facebook Ads Manager, TikTok Ads, dan YouTube Ads harus dikonfigurasi dengan targeting berdasarkan usia, lokasi, minat, dan perilaku online. Retargeting juga penting—misalnya menayangkan iklan ulang untuk orang yang pernah menonton video atau mengunjungi website Anda (Think with Google, 2024).
D. Content Planner dan Scheduling
Konsistensi sangat vital. Tools seperti Hootsuite atau Buffer membantu menjadwalkan posting di berbagai platform, menjaga rutinitas dan visibilitas sesuai algoritma media sosial (We Are Social, 2024).
E. Creative Tools
Untuk desain cepat, Canva adalah pilihan utama. CapCut dan Premiere Rush memungkinkan pembuatan konten video mobile-first yang sesuai standar audiens muda (Think with Google, 2024). Konsistensi estetika visual membentuk “brand voice” yang mudah dikenali.
F. Analytics dan Optimasi
Setelah konten tayang, gunakan platform analytics: YouTube Studio, Instagram Insights, dan TikTok Analytics untuk mengukur watch time, like, share, comment, serta conversion rate. Data ini yang menjadi dasar evaluasi untuk strategi selanjutnya (DataReportal, 2025).
Strategi Kampanye: ATL, BTL, & TTL
Above The Line (ATL): Gunakan iklan broadcast seperti YouTube pre-roll atau TikTok TopView untuk menjangkau audiens luas dan membangun brand awareness.
Below The Line (BTL): Jalankan campaign spesifik seperti giveaway, influencer collaboration, atau live product demo untuk engagement yang lebih personal.
Through The Line (TTL): Gabungkan keduanya, misalnya menayangkan iklan online dan di saat bersamaan mengadakan event offline atau promo eksklusif—sebuah sinergi lengkap (Think with Google, 2024).
Kesimpulan & Rekomendasi Praktis
- Mulai dari riset data terbaru untuk segmentasi audiens yang tepat.
- Buat konten video sesuai preferensi kedua generasi: fokus pada makanan, tutorial, lifestyle, travel, ASMR, dan gig kreatif.
- Gunakan tools produksi (CapCut, Premiere Rush, Canva), penjadwalan (Hootsuite, Buffer), social ads (TikTok Ads, Facebook Ads, YouTube Ads), dan analytics untuk kinerja optimal.
- Terapkan strategi ATL-BTL-TTL agar brand Anda dikenal, digandrungi, dan menghasilkan konversi.
Ingin Konten Digital Marketing yang Pas dan Efisien?
Heroes Production siap mewujudkan ide Anda menjadi konten berkualitas yang menyasar Generasi Millennial dan Gen-Z secara tepat. Kami menangani riset, produksi konten, kampanye cross-platform, hingga analisis ROI.
📱 +62 812 9860 4516
📧 admin@heroespictures.id