Bagi pemula di dunia pemasaran, memahami prinsip dasar adalah pondasi yang akan menentukan kesuksesan jangka panjang. Menjadi seorang starter marketer bukan hanya soal membuat iklan yang menarik, tetapi juga memahami strategi, perilaku konsumen, dan siklus produk. Berikut adalah delapan cara yang wajib diketahui agar langkah awal Anda di dunia marketing menjadi lebih terarah dan efektif.
1. Memahami Perbedaan Occasional Purchase dan Recurring Purchase
Jenis pembelian konsumen terbagi menjadi dua kategori besar:
- Occasional Purchase: Pembelian yang terjadi hanya pada momen tertentu atau jarang, misalnya pembelian mobil, peralatan elektronik, atau pakaian formal untuk acara khusus. Strategi marketing untuk produk ini fokus pada penciptaan kesan mendalam dan persuasi kuat.
- Recurring Purchase: Pembelian yang terjadi berulang secara rutin, seperti bahan makanan, kebutuhan rumah tangga, atau langganan layanan digital. Produk ini membutuhkan strategi retensi pelanggan yang kuat, seperti program loyalitas atau penawaran eksklusif.
Memahami perbedaan ini akan membantu menentukan frekuensi promosi dan saluran distribusi yang tepat.
2. Menghitung Customer Lifetime Value (CLV)
CLV adalah estimasi total pendapatan yang dihasilkan dari satu pelanggan sepanjang hubungan mereka dengan bisnis Anda. Mengetahui CLV penting untuk menentukan berapa besar investasi yang layak dikeluarkan untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggan.
Formula sederhana CLV:
CLV = (Rata-rata Nilai Pembelian) × (Frekuensi Pembelian) × (Lama Hubungan Pelanggan)
Dengan data ini, marketer dapat memutuskan alokasi anggaran iklan secara lebih strategis.
3. Memahami Product Life Cycle (PLC)
PLC menggambarkan tahapan produk dari awal diperkenalkan hingga akhirnya menurun di pasar. Terdiri dari empat tahap utama:
- Introduction: Pengenalan produk ke pasar, fokus pada promosi dan edukasi.
- Growth: Penjualan meningkat pesat, kompetitor mulai bermunculan.
- Maturity: Pasar mulai jenuh, fokus pada diferensiasi dan promosi retensi.
- Decline: Penjualan menurun, perlu inovasi atau reposisi produk.
Setiap tahap membutuhkan strategi marketing yang berbeda agar produk tetap relevan.
4. Menentukan Customer Market Target
Menentukan target pasar bukan hanya soal demografi (usia, gender, lokasi) tetapi juga psikografi (gaya hidup, nilai, minat). Analisis mendalam akan membantu menciptakan pesan yang lebih personal dan relevan, sehingga meningkatkan konversi penjualan.
5. Mengidentifikasi Business Playmaker
Playmaker dalam bisnis adalah elemen atau faktor kunci yang membuat strategi marketing berhasil. Bisa berupa teknologi, keunikan produk, jaringan distribusi yang luas, atau bahkan personal branding dari pendirinya. Mengetahui siapa atau apa playmaker Anda akan membantu dalam membangun narasi pemasaran yang kuat.
6. Memahami Karakter Produk
Setiap produk memiliki karakter unik yang harus diterjemahkan ke dalam bahasa pemasaran. Misalnya, produk premium memerlukan visual elegan dan bahasa formal, sedangkan produk anak-anak membutuhkan desain ceria dan bahasa yang menyenangkan. Konsistensi karakter ini akan memperkuat brand identity.
7. Mengetahui Jenis Pembelian Konsumen dan Jenis Bisnis
Pembelian konsumen bisa bersifat emotional buying (berdasarkan perasaan, seperti membeli hadiah) atau rational buying (berdasarkan logika, seperti membeli perangkat kerja). Jenis bisnis juga memengaruhi strategi, misalnya B2B (Business to Business) cenderung fokus pada hubungan jangka panjang, sedangkan B2C (Business to Consumer) lebih menekankan kampanye promosi yang cepat menarik perhatian.
8. Menyusun Brand Blueprint Key List
Brand blueprint adalah panduan inti yang menjabarkan visi, misi, nilai, tone of voice, dan elemen visual dari sebuah brand. Daftar ini membantu seluruh tim pemasaran agar bekerja secara konsisten, menjaga identitas brand, dan memudahkan adaptasi pada berbagai media promosi.
Blueprint yang ringkas dan jelas mempercepat keputusan kreatif dan meminimalkan revisi. Daftar inti yang sebaiknya ada:
- Purpose dan Promise: alasan brand ada dan janji yang ditepati.
- Audience Persona: 2–3 profil utama beserta pain point dan platform favorit.
- Value Proposition: nilai unik yang dibawa, dilengkapi contoh penerapannya.
- Messaging Pillars: 3–4 pesan inti, contoh copy pendek untuk tiap pilar.
- Visual DNA: palet warna, framing, ritme editing, referensi look and feel.
- Tone of Voice: hangat, percaya diri, jenaka, lengkap dengan do dan don’t.
- Channel Matrix: format utama per kanal (TV, YouTube, Instagram, TikTok, LinkedIn).
- Asset Map per Funnel: kebutuhan aset dari awareness sampai loyalty.
- Measurement Plan: KPI seperti view-through rate, completion rate, CTR, brand lift, beserta baseline dan target.
- Production Playbook: alur kerja, standar revisi, penamaan file, paket deliverable (master, cutdown, versi platform).
- Rights dan Legal: lisensi musik, talent release, durasi penggunaan, wilayah distribusi.
Dengan blueprint ini, semua pihak bergerak pada jalur yang sama. Strategi lebih cepat, produksi lebih efisien, hasil lebih konsisten.
Penutup
Menjadi seorang starter marketer yang sukses memerlukan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen, siklus produk, dan identitas merek. Dengan menguasai kedelapan aspek di atas, Anda akan memiliki dasar yang kokoh untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan.
Untuk membantu Anda menerapkan strategi marketing dengan eksekusi visual yang profesional, Heroes Pictures siap menjadi mitra kreatif dalam setiap langkah. Kami menggabungkan strategi pemasaran dengan kualitas produksi visual terbaik untuk membantu bisnis Anda tampil menonjol di pasar.
📱 +62 812 9860 4516
📧 admin@heroespictures.id