Dalam industri kreatif, khususnya film, serial televisi, dan video digital, istilah product placement sudah bukan hal baru. Ini adalah teknik menampilkan produk atau brand dalam adegan, alur cerita, atau latar film agar terasa alami namun tetap memberikan efek promosi. Lebih jauh, product placement erat kaitannya dengan konsep mise en scene, yaitu keseluruhan elemen visual dalam sebuah frame yang menyampaikan makna kepada penonton.
Artikel ini akan membahas bagaimana product placement berfungsi dalam mise en scene, manfaatnya untuk brand, serta contoh penerapannya agar tetap relevan dan tidak mengganggu pengalaman audiens.
1. Apa Itu Product Placement?
Product placement adalah strategi pemasaran yang menempatkan brand atau produk secara eksplisit maupun implisit dalam sebuah konten visual. Alih-alih iklan terpisah, produk “menyatu” dengan narasi.
Contoh klasik: botol Coca-Cola yang diletakkan di meja makan dalam film, atau smartphone tertentu yang digunakan tokoh utama.
2. Konsep Mise en Scene dalam Sinema
Mise en scene adalah istilah Prancis yang berarti “penempatan di panggung”. Dalam film, konsep ini mencakup semua aspek visual yang ada di dalam frame:
- Setting (lokasi, properti, latar)
- Pencahayaan
- Kostum dan make-up
- Blocking (posisi aktor dan objek)
- Komposisi kamera
Dengan memadukan product placement dalam mise en scene, produk bisa menjadi bagian alami dari dunia cerita.
3. Jenis Product Placement dalam Mise en Scene
- Visual Placement
Produk muncul jelas di layar, seperti logo di billboard latar belakang. - Verbal Placement
Tokoh menyebutkan nama brand dalam dialog. - Usage Placement
Tokoh menggunakan produk dalam cerita, misalnya minum kopi brand tertentu. - Integrated Placement
Produk menjadi bagian penting dari alur cerita. Contoh: mobil tertentu yang dipakai dalam adegan kejar-kejaran.
4. Manfaat Product Placement
- Meningkatkan Brand Awareness: Produk dilihat jutaan penonton tanpa terasa seperti iklan.
- Meningkatkan Kredibilitas: Produk terlihat digunakan oleh karakter favorit penonton.
- Koneksi Emosional: Produk dikaitkan dengan momen emosional dalam cerita.
- Efisiensi Jangka Panjang: Konten yang ditonton ulang akan terus menampilkan produk.
5. Tantangan dan Risiko
- Overt Placement: Jika terlalu mencolok, bisa mengganggu pengalaman penonton.
- Relevansi Konteks: Produk harus sesuai dengan setting cerita. Misalnya, smartphone modern tidak cocok dimunculkan dalam film era 80-an.
- Kritik Audiens: Penonton kini lebih kritis terhadap promosi terselubung.
6. Contoh Penerapan Product Placement
- Film Hollywood: Seri James Bond dikenal dengan penggunaan mobil Aston Martin.
- Drama Korea: Smartphone, minuman, dan kosmetik sering muncul dalam adegan sehari-hari.
- YouTube & Web Series: Influencer menempatkan produk di background studio atau menggunakannya dalam kegiatan.
7. Strategi Efektif Menyatukan Brand ke dalam Mise en Scene
- Pastikan produk relevan dengan cerita.
- Gunakan pencahayaan dan framing untuk menonjolkan produk tanpa berlebihan.
- Kolaborasi erat antara sutradara, penulis naskah, dan brand.
- Pilih media distribusi sesuai target audiens brand.
Kesimpulan
Product placement yang dikombinasikan dengan mise en scene adalah seni menempatkan brand secara halus namun efektif. Alih-alih menjadi iklan yang mengganggu, produk bisa menjadi elemen naratif yang memperkaya cerita sekaligus meningkatkan brand awareness.
Hubungi Heroes Pictures
Jika Anda ingin brand Anda tampil secara elegan dalam karya visual melalui product placement, Heroes Pictures siap membantu menciptakan konten dengan storytelling yang kuat.
📱 WhatsApp: +62 812 9860 4516
📧 Email: admin@heroespictures.id