Memulai perjalanan sebagai marketer tidak selalu mudah. Dunia pemasaran dipenuhi dengan strategi, teori, hingga praktik yang terus berubah seiring perkembangan teknologi dan perilaku konsumen. Namun, bagi pemula, ada delapan hal mendasar yang wajib dipahami untuk bisa melangkah lebih jauh dalam karier pemasaran. Artikel ini akan membahas secara mendalam kedelapan hal tersebut, dilengkapi dengan contoh nyata agar lebih mudah dipahami.
1. Memahami Perbedaan Tipe Pembelian: Occasional vs Recurring
Dalam pemasaran, memahami tipe pembelian sangat penting. Ada dua tipe utama:
- Occasional purchase: Pembelian sesekali, biasanya dipicu oleh kebutuhan tertentu atau momen khusus. Contoh: membeli baju pesta atau tiket konser.
- Recurring purchase: Pembelian berulang yang terjadi secara rutin. Contoh: berlangganan Netflix atau membeli kebutuhan rumah tangga.
Kenapa penting?
Strategi promosi untuk masing-masing tipe berbeda. Produk dengan pembelian berulang membutuhkan strategi retensi konsumen, sedangkan pembelian sesekali lebih fokus pada momen yang tepat dan penawaran menarik.
2. Memahami Customer Lifetime Value (CLV)
Customer Lifetime Value (CLV) adalah perkiraan nilai total yang bisa diberikan seorang pelanggan selama mereka berhubungan dengan brand.
Contoh: Seorang pelanggan Starbucks yang membeli kopi Rp40.000 setiap minggu bisa memberikan nilai hingga Rp2 juta lebih per tahun. Jika loyalitas ini berlangsung 5 tahun, CLV-nya bisa mencapai Rp10 juta.
Strategi untuk pemula:
- Fokus membangun hubungan jangka panjang.
- Berikan program loyalitas atau diskon khusus.
- Pahami bahwa pelanggan lama sering lebih bernilai dibanding pelanggan baru.
3. Mengenal Product Life-Cycle
Siklus hidup produk terdiri dari empat tahap utama:
- Introduction: Produk baru diluncurkan, fokus pada promosi dan edukasi pasar.
- Growth: Penjualan meningkat, kompetisi mulai muncul.
- Maturity: Pasar jenuh, fokus pada diferensiasi dan inovasi.
- Decline: Penurunan permintaan, strategi bisa berupa rebranding atau penghentian produk.
Penting untuk marketer pemula:
Memahami siklus ini membantu dalam merancang strategi yang tepat di setiap tahap. Misalnya, strategi diskon besar cocok untuk tahap maturity, bukan introduction.
4. Menentukan Target Pasar
Tidak ada produk yang bisa menyasar semua orang. Menentukan target pasar adalah langkah fundamental.
Cara menentukan target:
- Gunakan data demografi (usia, gender, pekerjaan).
- Analisis psikografi (gaya hidup, minat, nilai).
- Amati perilaku konsumen (frekuensi belanja, media yang digunakan).
Contoh: Produk skincare remaja akan lebih efektif dipasarkan melalui TikTok dibandingkan LinkedIn.
5. Mengidentifikasi Business Playmaker
Dalam sebuah pasar, selalu ada business playmaker, yaitu pihak yang bisa memengaruhi arah tren. Mereka bisa berupa:
- Influencer dengan banyak pengikut.
- Perusahaan besar yang menguasai distribusi.
- Media yang membentuk opini publik.
Strategi untuk pemula:
Cari tahu siapa playmaker di industri Anda, lalu bangun kolaborasi atau kemitraan untuk mempercepat penetrasi pasar.
6. Menentukan Karakter Produk
Produk bukan hanya barang, tetapi juga identitas. Karakter produk mencerminkan kepribadian brand.
Elemen karakter produk:
- Desain visual: warna, logo, kemasan.
- Nada komunikasi: formal, santai, humoris.
- Nilai utama: ramah lingkungan, premium, atau terjangkau.
Contoh: Apple membangun karakter produk yang minimalis, elegan, dan premium.
7. Mengenali Tipe Pembelian Konsumen dan Jenis Bisnis
Selain membedakan occasional dan recurring, pemasar juga harus paham tipe pembelian berdasarkan jenis bisnis:
- B2C (Business to Consumer): Pembelian lebih emosional dan cepat.
- B2B (Business to Business): Proses lebih panjang, rasional, dan melibatkan banyak pihak.
Strategi untuk pemula:
- Sesuaikan pesan dengan tipe bisnis.
- Untuk B2C: gunakan emosi dan visual yang kuat.
- Untuk B2B: fokus pada data, efisiensi, dan ROI.
8. Membuat Brand Blueprint
Brand blueprint adalah panduan yang merangkum elemen-elemen inti dari sebuah brand.
Elemen utama dalam brand blueprint:
- Visi dan misi.
- Nilai inti brand.
- Identitas visual.
- Target audiens.
- Strategi komunikasi.
Blueprint ini menjadi dasar dalam semua aktivitas pemasaran sehingga brand tetap konsisten.
Kesimpulan
Menjadi seorang starter marketer membutuhkan pemahaman mendasar tentang konsumen, produk, dan strategi brand. Dengan menguasai delapan hal penting ini, pemula bisa lebih percaya diri dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif. Tidak hanya soal menjual, tetapi juga soal membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Hubungi Heroes Pictures
Heroes Pictures siap membantu Anda memahami dunia pemasaran lebih dalam dengan strategi visual, konten kreatif, dan pendekatan berbasis riset. Jadilah marketer yang lebih percaya diri bersama kami.
📱 WhatsApp: +62 812 9860 4516
📧 Email: admin@heroespictures.id